<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Welcome to My Blog! | ブログへようこそ。</title>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/</link>
<atom:link href="https://rssblog.ameba.jp/khintandesiranti/rss20.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
<atom:link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" />
<description>This blog is using Bahasa Indonesia. So, for readers who come from outside Indonesia, please translate this blog article. ありがとうございます。</description>
<language>ja</language>
<item>
<title>Kisahku di LK-2 HMI Cab. Jakpustara (Bagian 1)</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Assalamu'alaikum, semuanya!! Kembali lagi dengan bocah yang absurd, aneh dan gak tau mau ngapain. Wkwkwk... Kali ini, aku ingin menceritakan pengalamanku selama mengikuti LK-2 HMI Cab, Jakpustara. Wew... Kalo ada anak HMI yang membaca ini, pasti senang sekali karena ditulisnya bukan di Blogs*** atau Wordp****. :v Baiklah, mari kita mulai ceritanya.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelumnya, aku ingin memberikan informasi sedikit terkait apa itu LK-2, HMI dan cabang Jakpustara. HMI adalah himpunan mahasiswa Islam. Organisasi ini telah ada sejak 5 Februari 1947. Yup!! Itupun 2 tahun pasca kemerdekaan RI loh. Organisasi ini digagas oleh Lafran Pane beserta 13 orang lainnya. Mengenai LK-2. LK-2 adalah latihan kader 2 atau intermediate training. Latihan kader ini berfokus pada kognitif atau daya intelektualnya para kader. Yaahh… LK ini lumayan santai ketimbang LK-1 yang tau dirilah kalo MOT-nya tuh rada galak. Cabang Jakpustara atau Jakarta Pusat-Utara adalah salah satu cabang dari sekian banyaknya cabang HMI di seluruh wilayah Indonesia. Hehe… Itu adalah cabangku loh. Habisnya, kampusku menetap di cabang itu sih.</p><p>&nbsp;</p><p>Baiklah, kita langsung aja ke ceritaku. Sebelum aku medaftarkan diri untuk mengikuti LK-2, aku berusaha untuk mencari judul makalahku. Mengenai tema yang diusung, cabangku malah dikasihnya kode A-F untuk tema makalahnya. Sepertinya memang agak terbatas sih dalam pemilihan tema makalah. Aku pun juga nggak paham dengan materi ideopolitorstratak. Awalnya sih aku mau membuat makalah yang berkaitan dengan sospol. Maka dari itu, aku bolak-balik ke Perpusnas demi mencari sumber. Aku pun juga sempat membuat judul meskipun seniorku sempat menganggap bahwa judul makalahku ini terlalu umum. Jadinya, aku disarankan untuk membuat judul makalah yang lebih spesifik atau dengan kata lain adanya studi kasus. Hehe... setelah kupikir-pikir dan sudah meminta saran, akhirnya aku membuat makalah mengenai karhutla. Waaahhh.... Menantang sekali ya!! Mohon maaf ya. Makalahku emang gak ada hubungannya dengan sospol melainkan lebih merujuk pada lingkungan. Maklumlah, mahasiswa Biologi mah gitu orangnya. :v</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/bb/16/p/o1366076814613132863.png"><img alt="" contenteditable="inherit" height="275" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/bb/16/p/o1366076814613132863.png" width="490"></a></p><p style="text-align: center;">(KODE MAKALAH UNTUK CABANG JAKPUSTARA MULAI DARI A-F)</p><p>Akhirnya, dalam waktu sepekan, aku bisa hampir menyelesaikan makalahku yang ala kadarnya dan waktu yang begitu mefet. Entahlah apakah makalahku diterima atau nggak. Yang penting “KERJAKAN”!!! Meskipun makalahku belum kelar, aku disuruh oleh para seniorku untuk mengirimkan makalah di website. Alhamdulillah, pada tanggal 23 September, namaku tercantum pada SK kelulusan makalah. Yuhuuuu.... Azek! Setelah itu, aku persiapkan diri dalam mempelajari materi-materi screening. Baiklah, kita akan masuk ke dalam ceritaku saat screening di Sekber HMI Cabang Jakpustara.</p><p>&nbsp;</p><p>Diawali dengan screening selama 3 hari yakni dari hari Jumat sampai Ahad (27-29 September 2019). Screening ini terdiri dari 8 pos yang harus dilewati oleh para calon peserta LK-2. Mulai dari BTQ sampai ke makalah. Oh, ya! Pertama, aku harus lulus di pos BTQ-Keislaman dahulu supaya bisa lanjut ke pos-pos berikutnya. Mungkin aku agak ngacak sih setelah melewati pos BTQ-Keislaman. Tapi gak masalah sih. Yang penting kartu screening-ku bisa terisi oleh tanda tangan dari screener.</p><p>Ngomong-ngomong, aku mengikuti screening hanya selama 2 hari loh karena pada saat malam Jumat, aku terkena menstruasi di hari pertama. Bayangkan saja aku mengikuti screening saat terkena haid, bisa ngamuk-ngamuk di tempat. Hehehe... Maka dari itu, aku malah ikutnya pada hari Sabtu dan Ahad. Oh ya!! Pada hari Sabtu, aku malah disuruh menjilid makalahku sebelum dikumpulkan oleh yunda Yusticia sebagai ketua pelaksana LK-2 HMI Cabang Jakpustara. Mungkin agar terlihat rapi kali ya. Makanya aku langsung ke tempat fotokopian. Momen itu pula, aku malah mendapatkan teman baru dari Kota Bumi, Lampung. Namanya Cici. Dia ternyata mau lulus dari kampusnya loh. Wadaw... ampun senpai!!! Apalah daya diriku yang masih semester 4. Aku pun mencoba untuk mencetak makalahnya di tempat fotokopian yang letaknya tak jauh dari Sekber HMI Cabang Jakpustara. Meskipun dekat, tetap aja aku diantarkan sama seniorku, kanda Ajo (btw, dia tuh ketua umum komisariat FISIP UT periode 2019-2020).</p><p>&nbsp;</p><p>Makalahku bisa dijilid di tempat itu namun tidak dengan makalah punya temanku. Uuuu.... gagal terus. Seharusnya bisa saja jika menggunakan kabel data untuk mentrasfer data makalah temanku. Namun, kata orang yang punya tempat fotokopian malah nggak bisa. Jadi harus melalui email. What the... Mau berkali-kali pun tetap aja gagal teroooss....</p><p>Akhirnya, aku kembali dengan makalahku yang sudah dijilid dan uang yang dititipkan untuk mencetak makalah temanku sebesar Rp20.000. Setelah itu, aku mengumpulkan makalah yang sudah dijilid dan aku mendapatkan kartu screening-ku. Yaaa.... Memang melelahkan untuk menjalaninya. Bahkan untuk makan aja kadang suka telat. Jadinya hanya mengandalkan air minum saat screening berlangsung.</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/1c/90/j/o1840326414613129437.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="745" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/1c/90/j/o1840326414613129437.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Ini adalah foto disaat aku menjalankan ritual screening. Sungguh melelahkan dan membosankan karena tidak ada hal yang berkaitan dengan sains.&nbsp;Sosial-politik teroooss.... ☹)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/a1/7c/j/o1840326414613129911.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="745" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/a1/7c/j/o1840326414613129911.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Foto ini disaat aku sedang berjuang untuk menghafal pasal-pasal AD/ART HMI)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/b1/22/j/o1840326414613129917.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="745" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/b1/22/j/o1840326414613129917.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Perjuangan untuk memenuhi kartu screening)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p>Setelah aku sudah menyelesaikan screening-nya, tibalah pengumuman kelulusan screening dan alhamdulillah namaku tercatat “LULUS”. Yeay!!! 2 hari screening berjalan dengan sukses. Fyi, saat mengikuti screening NDP HMI, yang ngikut malah banyak banget loh. Bayangkan saja. Akupun belum bisa tidur sebelum jam 10 malam. :’(</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/01/4c/j/o1840326414613129928.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="745" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191013/00/khintandesiranti/01/4c/j/o1840326414613129928.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(FINISH!!!)</p><p>&nbsp;</p><p>Setelah pengumuman SK kelulusan screening, tibalah aku beserta para peserta LK-2 untuk berangkat ke GIC atau Graha Insan Cita dengan naik Kopaja. Hehehe... Kirain pakai truk tronton. Padahal enak tuh kalo pake kendaraan itu. Lucunya, ada sebagian temanku malah mendadak jadi kenek bus. Wadaw!!!</p><p>&nbsp;</p><p>Bagian selanjutnya akan diteruskan di halaman berikutnya ya!!! Terima kasih. :D</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12535146507.html</link>
<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 00:14:49 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pengalamanku menjadi LO KDMI DISPORSENI UT 2019</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Assalamu'alaikum. Hai, semuanya. Sudah lama sekali aku tidak membuat artikel blog-ku di sini. Hehehe... Habisnya aku lebih senang unggah status di WA atau IG story gitu. Btw, aku akan menceritakan tentang pengalamanku menjadi LO (Liasion Officer) KDMI DISPORSENI UT 2019. Sebelumnya, aku minta maaf kepada para pembaca yang sudah lama menunggu dalam hal pembuatan artikelku ini. Kesibukanku begitu padat. Oke deh. Kita capcus aja!</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelum aku memasuki cerita, aku memberitahukan mengenai apa itu KDMI dan DISPORSENI. Uhuk... KDMI adalah Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia. Kalian tahu sendirilah bahwa kompetisi ini emang dikhususkan untuk mahasiswa dan debatnya pun menggunakan bahasa Indonesia sedangkan DISPORSENI adalah Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni. Kegiatan Disporseni diadakan oleh almamaterku, Universitas Terbuka (UT). Bagiku, acara ini benar-benar bermanfaat karena selain berkompetisi antar UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) juga ada kesempatan untuk berkenalan dengan mahasiswa UT lain se-Indonesia. Wkwkwk... Aku aja ngerasa senang banget dong melihat mereka yang datang dari pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Jadi, UT bukan hanya berada di pulau Jawa saja.</p><p>&nbsp;</p><p>KDMI di tahun 2019 sih menurutku lebih santuy ketimbang tahun lalu. Mengapa demikian? Di tahun 2018, hanya diadakan selama 3 hari dan di hari pertama aja tuh langsung aja memulai lomba debat tanpa ada sesi istirahat atau jalan-jalan santuy sedangkan di tahun 2019 malah diadakan selama 5 hari dan bersyukurnya sih bisa dilakukan dengan santuy.</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;">&nbsp;<a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/c5/c7/j/o1152064814590659175.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="236" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/c5/c7/j/o1152064814590659175.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Aku yang berkhimar biru sambil memegang inhaler dengan 2 jari)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/99/54/j/o3264184014590662307.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="237" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/99/54/j/o3264184014590662307.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Antusias dari para peserta lomba debat di tahun 2019. Sumber: Matsuko Hanamoto)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p style="text-align: left;">Oke, lomba debat di tahun ini diadakan mulai dari tanggal 29 Agustus - 2 September 2019. Ketimbang tahun lalu, lomba debat ini juga ada dari universitas lain. Mulai dari Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, UIN Jakarta, Universitas Merdeka (Unmer) Malang,&nbsp;Universitas Muhamadiyah Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Pamulang,&nbsp;Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Wkwkwk... Tumben ya kampusku mau mengundang univ lain. Nggak masalah sih. Toh ini demi meramaikan perlombaan yang ada.</p><p style="text-align: left;">&nbsp;</p><p style="text-align: left;">Pengalamanku sebagai LO ke-2 kalinya tuh di tahun ini malah lebih capek dari sebelumnya karena harus naik turun tangga setiap perlombaan debat dimulai. Ruang lomba debat yang aku tempat berada di gedung FE UT lantai 4. Hahahahaha..... Auto kurus nih kaki!!! Tapi sungguh, aku bersyukur karena bisa menjadi LO lagi dan ini memakai tes seleksi loh. Seleksinya tuh diberi mosi mengenai perguruan tinggi jarak jauh. Well, alhamdulillah aku bisa menjawabnya meskipun agak terbata-bata.</p><p style="text-align: left;">&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/dc/62/j/o2448326414590661147.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="560" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/dc/62/j/o2448326414590661147.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Ini foto selfie-ku di hari pertama lomba. Wkwkwk... Pakaiannya jauh berbeda ketimbang tahun lalu.)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p style="text-align: left;">Hal yang membuatku terkesan mengenai KDMI tahun ini adalah para peserta lomba benar-benar membuktikan diri mereka bahwa mereka bisa menganalisis suatu mosi dengan baik. Baik pro maupun kontra, bobotnya tetap harus diperhatikan. Apalah dayaku yang kurang lancar ngomongnya dan malah dengan hebatnya menjadi LO lomba debat.</p><p style="text-align: left;">&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/58/6d/j/o3264244814590661489.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="315" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20190917/13/khintandesiranti/58/6d/j/o3264244814590661489.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: center;">(Lomba debat di ruangan 7. Ya, aku terpaksa harus naik turun tangga. Yang penting mereka lomba. Udah gitu aja. Sumber: Matsuko Hanamoto)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p style="text-align: left;">Segitu saja dariku ya! Terima kasih sudah menempatkan waktu kalian untuk membaca artikel blog-ku ini. Wassalamu'alaikum. じゃ、またね!!!</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12526488410.html</link>
<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 13:58:28 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>Suka dan Duka Selama Kuliah di UT</title>
<description>
<![CDATA[ <p>皆さん、こんばんは。お元気ですか。Duh... Udah lama banget ya gue nggak ngepost di blog kesayangan kita semua. Hehehe... Ya, kali ini gue bakal ngasih tahu apa saja sih<span style="font-weight:bold;"> suka </span>dan<span style="font-weight:bold;"> duka</span> selama kuliah di <span style="font-weight:bold;">Universitas Terbuka (UT)</span>. Sebelumnya, gue mengucapkan kepada Allah SWT yang masih memberikan gue kesempatan dalam mengetik di blog ini. Sayang banget kan! Blog ini sudah hadir sejak tahun 2012/2013. <span style="font-style:italic;">Kuy</span>, langsung saja ke topik.</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/51/48/p/o0642076414281361550.png"><img alt="" contenteditable="inherit" height="262" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/51/48/p/o0642076414281361550.png" width="220"></a></p><p style="text-align: center;"><span style="font-weight:bold;">(Logo Universitas Terbuka)</span></p><p>Sudah 13 tahun gue menjalani pendidikan dengan sistem tatap muka. Datang ke sekolah, pakai tas yang isinya terdiri dari buku pelajaran, alat-alat tulis, buku tulis, botol minum dsb. Dari rumah ke sekolah aja bisa dengan jalan kaki sampai menggunakan angkot segala. Gue menggunakan angkot sejak SMA. Maklum, jaraknya tuh 1,3 km dari rumah gue. Padahal tuh masih satu kelurahan. Gue sadar bahwa terkadang ada kelemahan tersendiri ketika belajar dengan sistem tatap muka yaitu harus sediain tempat, bangku, meja, papan tulis, guru (ya iyalah), kipas, dll. Seru sih bisa bertemu dengan teman-teman selama 5 kali dalam seminggu. Tapi ya kalo ke sekolah cuman mau ketemu dengan teman-teman doang, ya gimana bisa nerapin ilmu dari guru-guru tercinta? Maka dari itulah, gue mau kasih hal-hal yang gue suka mengenai kuliah di UT.</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-weight:bold;">Hal-hal yang gue suka selama kuliah di UT</span></p><p>Gue suka sistem belajar dari UT karena gue nggak harus bolak-balik ke kampus. Lu tahu nggak sih kalo dari rumah gue ke PTN terdekat aja harus naik TJ terlebih dahulu? Maka dari itu, gue bisa kuliah di UT tanpa harus ngeluarin ongkos hanya untuk ke kampus. Selama gue kuliah di UT, ternyata gue harus mengatur waktu belajar gue. Kapan gue harus belajar, mandi, tidur, makan, sholat, <s style="text-decoration:line-through;">tawuran</s>, membaca buku, menulis, bikin artikel di blog, jalan-jalan dsb. Asyiknya lagi, gue juga bisa dapat teman sesama mahasiswa UT se-Indonesia (untuk luar negeri, gue belom dapet <span style="font-style:italic;">coeg</span>). Selain itu, kuliah di UT tuh murah banget dan gue cuman butuh 3 hal untuk kuliah di UT yakni hardware (laptop, smartphone, tablet), internet dan buku. Mau belajar bisa di mana saja dan kapan saja. Yang penting disiplin aja. Toh UT udah ngasih tanggal untuk UAS.&nbsp;<img alt="ゲッソリ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/041.png" width="24"><img alt="ゲッソリ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/041.png" width="24"><img alt="ゲッソリ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/041.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-weight:bold;">Hal-hal yang gue duka selama kuliah di UT</span></p><p>Berbicara tentang duka selama kuliah di UT, ada beberapa sih yang pengen gue sampaikan. Pertama, karena menggunakan PJJ (pendidikan jarak jauh), hubungan sosial antara tutor dan mahasiswa jadi kurang bagus. Gue sadar bahwa kalo mau menambah ilmu emang lebih enak jika berdiskusi dengan dosen atau tutor secara tatap muka. KEdua, belom lagi mengenai kemandirian seorang mahasiswa. Ada yang memang harus berhenti kuliah di UT karena tidak bisa menyesuaikan dengan baik. Mau ketemu dengan sesama mahasiswa UT aja harus sekali atau dua kali dalam seminggu. Maklum, sebagian besar mahasiswa UT merupakan karyawan kantor. Bahkan kalo ada UKM juga diadainnya setiap seminggu sekali aja. Gue dapat kisah dari para pendahulu yang telah menjadi mala (mahasiswa lama) dan alumni berkata bahwa mendapatkan nilai baik di UT tuh SSG (susah-susah gampang). Terakhir, ketika ada tetangga yang bertanya mengenai gue libur atau kuliah, gue bingung mau jawab apa. Ya maklum, namanya juga kuliah dengan sistem PJJ. Sebetulnya, semenjak bulan September seharusnya sih udah mulai kuliahnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Kuliah di UT emang ada plus dan minusnya. Tetapi, jika kalian ingin menjadi mahasiswa UT seperti gue ini, yuk jangan ragu-ragu karena UT merupakan PTN ke-45 di Indonesia. Kelihatannya ini semacam promosi namun hei ini adalah cara terbaik dari gue sebagai mahasiswa Biologi UT. Salam hangat, Khintan.&nbsp;<img alt="ニコニコ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/002.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: left;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/a8/d0/j/o0854056914281362769.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="280" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/a8/d0/j/o0854056914281362769.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: left;">Btw, di atas merupakan kenangan semenjak gue menjadi mahasiswa UT. Saat itu, gue mengikuti kegiatan OSMB di UPBJJ-UT Jakarta. Coba tebak gue yang mana? Wkwkwk...</p><p style="text-align: left;">&nbsp;</p><p style="text-align: left;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/5f/be/j/o2592145814281364149.jpg"><img alt="" height="236" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20181010/01/khintandesiranti/5f/be/j/o2592145814281364149.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: left;">Ah, ya! Setidaknya gue sudah sah jadi mahasiswa. Btw, kapan ya gue disahkan menjadi "istri"? Wkwkwk... #kodelembut</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12410831680.html</link>
<pubDate>Wed, 10 Oct 2018 01:48:57 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>BUKA PUASA BERSAMA TEMAN-TEMAN SEKELAS</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Pada tanggal 31 Mei 2018, aku bersama dengan teman-teman kejuruan bahasa Jepang PPKD Jakarta Selatan sedang pergi menuju ke Grand Indonesia, Jakarta. Well, ini merupakan pertama kalinya aku pergi ke sana dengan mereka. Kami ke sana menggunakan moda transportasi Transjakarta dengan koridor 6B jurusan Ragunan - Monas via Semanggi. Aku ke sana dengan Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span>, Era-<span style="font-style:italic;">san</span>, Nana-<span style="font-style:italic;">san</span>, Merry-<span style="font-style:italic;">san</span>, Muti-chan dan Fajar-<span style="font-style:italic;">senpai</span>. Jadi ada 7 orang loh!! Aku berpikir jika naik bus koridor 6A bisa turun langsung di halte Tosari ICBC namun ternyata hanya bisa di Sarinah. <img alt="えーん" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/018.png" width="24">&nbsp;Kami berangkat kira-kira pukul 14.30 WIB&nbsp;(maaf ya aku agak lupa karena kejadian itu dua hari yang lalu. Hehehehe....)</p><p>&nbsp;</p><p>Saat kami menaiki bus TJ koridor 6B, aku malah duduk bareng dengan Aji-kaichou sedangkan yang lain malah mencar-mencar.&nbsp;<img alt="えー" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/011.png" width="24">&nbsp;Tapi ya nggak apa-apa yang penting selamat sampai tujuan. Akhirnya, kami tiba di halte Tosari ICBC yang meskipun sempat ada sedikit kemacetan di sana. Kami keluar dari halte dengan jalan kaki (ya iyalah! Masa pake jet?) dan berusaha menuju ke Menara BCA. Ya, Grand Indonesia berada di dalam Menara BCA. Memang sih harus nyebrang 2 kali untuk tiba di sana. Namun, nggak jadi masalah tuh.</p><p>&nbsp;</p><p>Penjagaan yang cukup ketat membuat kami harus menyerahkan tas-tas kami kepada petugas keamanan. Tidaaaakkkk...... Eh, jangan khawatir!! Ini hanya untuk pemeriksaan semata. Bukan perampokan atau kemalingan.&nbsp;<img alt="ニヤリ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/003.png" width="24">&nbsp;Tas-tas kami dicek 2 kali yaitu di depan gedung dan di dalam gedung. Fajar-<span style="font-style:italic;">senpai</span> sempat dianggap orang yang mencurigakan karena mungkin dari wajahnya yang agak urakan. Setelah melakukan pengecekan tas, kami menuju ke dalam Menara BCA dan segera mencari di mana GI (Grand Indonesia) itu berada.</p><p>&nbsp;</p><p>Kami bertanya kepada petugas yang ada di dalam gedung tersebut dan ternyata GI berada di lantai 3. Jadi, kami harus naik elevator untuk bisa sampai di sana. Aku melihat ada banyak orang yang ingin menaiki elevator tersebut.&nbsp;<img alt="ゲッソリ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/041.png" width="24">&nbsp;Wow, hebat kan!! Beruntungnya sih elevator tersebut lumayan luas namun tetap saja ramai.</p><p>&nbsp;</p><p>Tiba di lantai 3 dan aku melihat adanya "nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?" eh maaf maksudnya hiasan dan ornamen yang ada di lantai 3 berasa seperti di Timur Tengah. Duh, lama-lama jadi pengen nyanyi "Balonku ada 5" versi logat Arab. Btw, saat tiba di lantai 3, aku berhadapan dengan toko buku Gramedia. Ya Allah, panjang umur dah! :v Kami berjalan kaki menuju eskalator agar bisa tiba di lantai 5. <span style="font-style:italic;">Kok naik lagi sih, Tan?</span>&nbsp;Ya, karena kami berbuka puasa tuh di Food Court yang terletak di lantai 5. Mau nggak mau harus naik lagi deh. Eh, tahu nggak sih kalo GI tuh luasnya melebihi Central Park Mall, Jakarta Barat loh!! Mmm... Karena ini merupakan pertama kalinya diriku berkunjung ke sana, aku nggak boleh jauh-jauh dari rombongan.</p><p>&nbsp;</p><p>Saat itu, sebelum menuju ke <span style="font-style:italic;">Food Court</span> aku mendapatkan telepon dari Putri-<span style="font-style:italic;">senpai</span> yang katanya dia sudah di luar gedung. Wow!!! Aku langsung bilang bahwa kami telah berada di West Mall&nbsp;lantai 5 dekat Toy Station. Berhubung kami sedang menunggu Putri-<span style="font-style:italic;">senpai</span>, kami duduk di sofa yang lumayan dekat dengan eskalator. Pemandangan yang ditawarkan cukup keren dan pastinya bagus. Kami berfoto bersama walaupun aku agak canggung duduk berdua dengan Aji.&nbsp;<img alt="ほっこり" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/055.png" width="24">&nbsp;Ah, Nana-<span style="font-style:italic;">san</span> <span style="font-style:italic;">teh aya-aya wae!! </span>Setelah Putri-<span style="font-style:italic;">senpai</span> datang, kami bergegas menuju ke <span style="font-style:italic;">Food Court</span> dan mencari tempat makan yang kosong agar bisa berbuka puasa dengan riya eh ria. :v</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/13/khintandesiranti/89/7e/j/o3264244814203159959.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="315" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/13/khintandesiranti/89/7e/j/o3264244814203159959.jpg" width="420"></a>&nbsp;(Duh, Gusti!! Mengapa aku harus duduk di samping <span style="font-style:italic;">kyouranna kaichou</span>? -_-)</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/eb/e8/j/o2448326414203171112.jpg"><img alt="" height="560" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/eb/e8/j/o2448326414203171112.jpg" width="420"></a>&nbsp;(Kalian sedang lihat apa sih? Www...)</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;">Berhubung waktu berbuka puasa masih lama, aku, Muti-<span style="font-style:italic;">chan</span>, Nana-<span style="font-style:italic;">san</span> dan Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span> bersama-sama melihat kedai-kedai yang berada di sekitar Food Court. Wow!!! Ada makanan Kroya eh Korea loh. Masalahnya, makanan itu berasal dari Korea Selatan atau Korea Utara ya?<a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/13/khintandesiranti/98/ef/j/o3264244814203167608.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="315" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/13/khintandesiranti/98/ef/j/o3264244814203167608.jpg" width="420"></a></p><p style="text-align: left;">Hehehe... Setelah mencari ke sana ke mari, kami menemukan KFC.&nbsp;<img alt="酔っ払い" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/043.png" width="24">&nbsp;Apapun mallnya, makanannya KFC. (Eh?) Aku mulai mencari makanan yang lumayan murah untuk 1 orang dan oke deh aku hanya memesan Chic n Chiz dan Ichi-ocha saja, sedangkan Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span>,<span style="font-style:italic;"> </span>Fajar<span style="font-style:italic;">-senpai&nbsp;</span>dan<span style="font-style:italic;"> </span>Muti-<span style="font-style:italic;">chan&nbsp;</span>memesan menu yang berbeda. Nana-<span style="font-style:italic;">san</span> minta titip minuman yang sama denganku. Namun, pesanan yang diminta Aji malah nggak ada dan malah memesan menu yang sama denganku.&nbsp;<img alt="ぼけー" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/060.png" width="24">&nbsp;Ketika mendapatkan struk pemesanan, aku melihat tidak ada Ichi-ocha-nya dan mulai memesan kembali dan membayar dengan uangku.&nbsp;Sedih sih namun mau gimana lagi?</p><p>&nbsp;</p><p>Pesanan kami tiba dan mulailah mempersiapkan diri untuk berbuka puasa. Sebelum kami melakukan "mlaku-mlaku", aku sempat mengerjakan tugas dari Doddi-<span style="font-style:italic;">sensei</span>. Hehehe... Biar nggak banyak tugas di rumah. Toh juga aku ketinggalan gara-gara seniorku yang belum hafal dialog <span style="font-style:italic;">kaiwa</span>-nya. Walaupun pada akhirnya aku memiliki banyak revisi ketika dicek di rumah. :v</p><p>&nbsp;</p><p>Lucunya, saat waktu berbuka puasa, Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span> malah nge-live di smartphone-ku meskipun menggunakan akun IG-nya. Tetapi tetap saja aku merasa sebal. Btw, Aji juga numpang selfie loh! Hahahaha.... Oops!!&nbsp;<img alt="ねー" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/075.png" width="24">&nbsp;Beberapa jam kemudian, Garpu-<span style="font-style:italic;">senpai</span>, Balman-<span style="font-style:italic;">senpai</span>, Irfan-<span style="font-style:italic;">senpai</span>, Nida-<span style="font-style:italic;">chan</span>, Ias-<span style="font-style:italic;">senpai</span> dan Sakti-<span style="font-style:italic;">ojiisan</span> hadir di tempat kami. Yeay!!!! Makin rame dah. Namun, aku merasa waktu untuk menukarkan kupon akan semakin berkurang jika tidak segera ditukar. Hehe.. Aku lupa untuk menukarkan kuponku di Burger King. Ternyata, aku diberitahu oleh Nana-san bahwa BK (Burger King) ada di lantai 3 atau 4 dan ada toko buku Kinokuniya juga.</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/8e/02/j/o1032058114203171028.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="236" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/8e/02/j/o1032058114203171028.jpg" width="420"></a>&nbsp;</p><p style="text-align: center;">(Aku duduk berhadapan dengan si <span style="font-style:italic;">Kyouranna Hito</span>. Wkwkwk...)</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/94/2f/j/o3264184014203180217.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="237" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/94/2f/j/o3264184014203180217.jpg" width="420"></a>&nbsp;</p><p style="text-align: center;">(Akhirnya bisa bukber perdana dengan teman-teman PPKD Jak-Sel)</p><p>&nbsp;</p><p>Alhamdulillah&nbsp;bukber beres, kerjaan dari pelatihan kerja juga beres. So, tunggu apa lagi? Langsung dah mampir ke BK untuk tukar kupon.&nbsp;<img alt="ウシシ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/058.png" width="24">Aku memiliki kupon 1 es krim dan 2 burger. Lumayanlah untuk aku dan kakak di rumah. Aku pergi ke BK bersama Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span>, Nida-<span style="font-style:italic;">chan</span>, Fajar-<span style="font-style:italic;">senpai</span> dan Nana-<span style="font-style:italic;">san</span>.</p><p>&nbsp;</p><p>Setelah kami menukarkan kupon-kupon kami, kami pun berpisah. Nida dan Fajar-<span style="font-style:italic;">senpai</span> harus pulang ke rumah sedangkan aku, Aji dan Nana-<span style="font-style:italic;">san</span> mau pergi ke toko buku Kinokuniya. Hehe... Mba Nana hanya mengantarkan kami berdua di toko buku Kinokuniya. Dengan spontan, aku ingin memasuki toko buku itu namun Aji-<span style="font-style:italic;">kaichou</span> malah menahanku dengan menarik gagang tas punggungku.&nbsp;<img alt="イラッ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/073.png" width="24">&nbsp;"Tolong dijaga ya si Khintan." Itulah kata-kata terakhir dari Nana-<span style="font-style:italic;">san</span> sebelum berpisah. Sial.</p><p>&nbsp;</p><p>Duh, kalapnya diri ini. Melihat buku aja udah seneng banget. Apalagi ada si&nbsp;mmm... Ah, ayolah!! Ketika aku melihat isi dari toko buku itu, aku merasa bahwa Kinokuniya di Plaza Senayan lebih baik daripada di GI. Well, lagipula tempatnya agak mencampur gitu sih. Jadi untuk mencari buku-buku berbahasa Jepang harus bertanya dulu ke petugasnya. Hehe...</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-style:italic;">Dunia terasa seperti milik berdua. Ehem...</span> Batuk pak Haji? Walaupun di sana hanya sampai jam 20.45 WIB, aku merasa senang karena bisa melihat toko buku Kinokuniya di Plaza Indonesia. Untuk Aji, maaf ya udah nyusahin kamu. Habisnya melihat buku saja aku udah senang banget. Apalagi kalo dibeliin. Oops! <span style="font-style:italic;">Kode ya mbak?</span></p><p>&nbsp;</p><p>Ketika kami berdua keluar dari toko buku, kami berusaha keluar dari gedung agar kami bisa tiba di halte Tosari ICBC. Mungkin agak bingung karena GI luas banget woooooooi...... Walaupun keluarnya agak jauh dari pintu masuk, setidaknya kami bisa pergi menuju halte. Aku melihat betapa banyaknya penumpang di halte Tosari ICBC. Masuk ke halte ya harus jalan kakilah. Masa naik kapal? Kami sudah berada di halte dan aku mencoba mengecek kedatangan bus TJ koridor 4A jurusan Tu Gas - Grogol. Alhamdulillah, masih ada. :)</p><p>&nbsp;</p><p>Btw, Aji-kaichou telah menghabiskan 2 Sundae yang berbeda rasa yakni cokelat dan karamel. Haus,&nbsp;Pak? Www... Eh, saat busnya telah tiba, dia malah ikutan naik. Yah, walaupun nanti dia akan turun di halte Dukuh Atas karena ada bus yang bisa menuju ke Ragunan. Perjalanan pun masih jauh karena ada kemacetan di daerah Karet Sudirman dan aku harus berdiri sampai tiba di halte Slipi Kemanggisan. Huft....</p><p>&nbsp;</p><p>Jam 21.30 sudah tiba di halte Slipi Kemanggisan. Capek, kan? Tapi aku merasa senang. みんなさん、どうもありがとうございました。あたしは嬉しいね。</p><p>&nbsp;</p><p>Note: Sebagai pemanis, aku kasih foto yang biyutiful banget.</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/8a/6c/j/o1040078014203190587.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="338" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20180602/14/khintandesiranti/8a/6c/j/o1040078014203190587.jpg" width="450"></a></p><p style="text-align: center;">イアス先輩、お誕生日おめでとうございます。（イアス先輩は真ん中にいる。）</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12380717390.html</link>
<pubDate>Sat, 02 Jun 2018 14:42:32 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>19 Tahun Tinggal di Jakarta</title>
<description>
<![CDATA[ <p style="text-align: left;">Lahir di Jakarta, besar di Jakarta, punya KTP DKI Jakarta bahkan sudah hampir mengelilingi 5 kotamadya yang ada di Jakarta. Rasanya, <i>gue</i> <i>nggak</i> pernah bosan dengan Jakarta. Iya, banyak cerita yang ingin disampaikan kepada kalian semua bahwa tinggal di Jakarta tuh tidak selamanya enak. Percayalah bahwa tinggal di Jakarta tuh rasanya “nano-nano”. Ada suara motor <i>racing</i> di jalan raya, asap knalpot yang mengebul di sekitar kota, jalanan yang penuh dengan kendaraan pribadi sampai panas pun menghampiri ibukota negara Indonesia ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Jakarta memang punya berbagai hal yang asik untuk dipelajari. Mulai dari suku, budaya, geografis, cuaca, gedung pencakar langit (kebayang <i>nggak</i> sih di depan mata <i>gue</i> aja yang jaraknya 1 km udah ada gedung?) bahkan sampai tempat wisata. Ada juga sih perkampungan kumuh yang berada di pinggiran kali atau rel kereta api. Coba deh <i>gue</i> tanya, pasti yang pernah naik KRL yang arah ke Serpong suka melihat perkampungan kumuh di pinggiran rel, bukan? Ya, jika kalian pernah bahkan sering, berarti <i>gue</i> ucapkan “selamat” karena kalian sering <i>lewatin</i> daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.</p><p>&nbsp;</p><p>Karena <i>gue</i> sudah tinggal lama di ibukota Indonesia, maka secara otomatis <i>gue</i> bisa dong berbicara dengan dialek Betawi. Lumayan lancar <i>sih kalo</i> menurut <i>gue</i>. Tetapi, berbicara menggunakan dialek Betawi tuh hanya disaat <i>gue</i> sedang marah aja loh! Kok bisa? Iya, karna gue juga merupakan anak gadis keturunan Jawa-Tionghoa. <i>So</i>, mungkin kalo kalian lebih tajam dalam pendengaran, kalian akan <i>denger</i> bahwa <i>gue pake</i> dialeknya orang Tionghoa. Sesekali sih <i>gue pake</i> bahasa Jawa Ngapak. Kadang, <i>gue</i> juga pernah kok ngomong dengan bahasa Inggris (sorry, I mean Singlish.).</p><p>&nbsp;</p><p>Namun, jika kalian yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta dan sudah tahu suka dan dukanya tinggal di Jakarta, gue ucapkan “Tahniah!!!”. Yap, di Jakarta <span style="font-style:italic;">tuh</span> selain dengan adanya populasi penduduk yang memang tidak dapat dikendalikan, ada juga <span style="font-style:italic;">kok</span> transportasi umum yang tersebar di Jakarta. Contohnya saja ada TJ (TransJakarta), Kopaja, Metromini, Angkot (Angkutan Kota), KWK, Bajaj, Ojek (pengkolan ataupun <i>online</i>, ada!) dan delman pun ada (tidak semuanya ada di Jakarta, <i>loh</i>.).</p><p>&nbsp;</p><p>Jakarta merupakan kota kelahiran <i>gue</i>. Iya, <i>gue</i> lahir di tahun 1998. Tahun di mana sedang ada krisis politik yang bergejolak di situ. Btw, <i>gue</i> masih di dalam kandungan mendiang ibu <i>gue</i> loh. Masa reformasi telah terbentuk di tahun lahir gue dan disaat gue lahir, masalah tersebut sudah kelar. Yah, sedih amat <i>gue kagak</i> bisa <i>nonton</i>.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Bagaimana mengenai perkembangan teknologi di Jakarta? <i>Beuh</i>, <i>cepet banget</i> <i>dah</i>!! Dari tahun 2000 sampai 2017 tuh benar-benar berbeda. Mulai dari hape saja, <span style="font-style:italic;">gue</span> sudah berkali-kali ganti <span style="font-style:italic;">hape</span> karena mengikuti arus zaman. Gokil nggak sih? Tetapi, alhamdulillah <span style="font-style:italic;">gue</span> masih bisa <span style="font-style:italic;">ngerasain</span> yang namanya nonton kartun di TV. Kalo sekarang mah, <span style="font-style:italic;">gue kudu streaming</span> di YouTube.</p><p>&nbsp;</p><p>Dari TK sampai kuliah, <span style="font-style:italic;">gue</span> akan selalu berada di Jakarta. Kecuali <span style="font-style:italic;">kalo</span> ada temen-temen <span style="font-style:italic;">gue</span> yang mau ngajakin gue untuk berkeliling seluruh Indonesia sih mau banget. Dari rumah <span style="font-style:italic;">gue</span>, apa saja tuh serba deket. Mulai dari ke sekolah, ke pasar, ke kantor pos, ke mal, ke.............. ke mana hayo?? Pokoknya <i>tuh</i> hampir semuanya <i>deket</i> dari rumah <i>gue</i> yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. <span style="font-style:italic;">Kalo</span> mau mampir ke kelurahan sebelah misalnya Palmerah, kalian akan bertemu dengan Binus University. Jiah, malah ngiklanin kampus orang. :v Nggak itu juga kok. Ada lagi loh tempat-tempat yang menjual makanan, peralatan ATK (alat tulis kantor), kafe, jus buah dan masih banyak lagi. Eh, iya!! Ada stasiun Palmerah dan pasar Palmerah juga <span style="font-style:italic;">loh!&nbsp;</span>Hehehe....</p><p>&nbsp;</p><p>Setahun lagi, <span style="font-style:italic;">gue</span> sudah memiliki predikat “Hatachi” atau “orang dewasa”. Sebenarnya sih, ini merupakan kebudayaan dari Jepang. <span style="font-style:italic;">Kalo</span> sudah mencapai usia 20 tahun, itu tandanya orang tersebut sudah dewasa dan berarti <span style="font-style:italic;">gue nggak</span> boleh terlalu bergantung sama kedua orangtua (ayah kandung dan ibu tiri). Hehehe... <span style="font-style:italic;">gue</span> sih berharap semoga kota Jakarta bisa menjadi kota yang jauh lebih kece dari kota Tokyo. Aamiin....&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Yours Truly,&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Khintan Desiranti a.k.a. Matsuko Hanamoto</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12338088240.html</link>
<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 18:30:39 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pengalamanku menjadi Siswa di SMAN 78 Jakarta</title>
<description>
<![CDATA[ <p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20171215/18/khintandesiranti/42/f9/j/o0150013514091533016.jpg"><img alt="" contenteditable="inherit" height="180" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20171215/18/khintandesiranti/42/f9/j/o0150013514091533016.jpg" width="200"></a></p><p style="text-align: center;">LOGO "SMA NEGERI 78 JAKARTA"</p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p>Hai, semua!!! Kembali lagi dengan aku, Khintan Desiranti dalam acara "Ngeblog, kuy!!". Hari ini, aku akan memberikan pengalaman&nbsp;selama aku menjadi siswa di SMA Negeri 78 Jakarta. Hehehe... Btw, aku adalah alumni SMAN 78 Jakarta angkatan 2017. Bagi kalian yang tau nama angkatanku, mungkin nggak usah diberi tahulah ya. Tapi, bagi yang belom tahu, nama angkatanku ialah "OZAVES". Dengan logo Phoenix yang siap terbang ke angkasa.</p><p><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20171215/18/khintandesiranti/6a/8d/j/o1478110814091533755.jpg"><img alt="" height="315" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20171215/18/khintandesiranti/6a/8d/j/o1478110814091533755.jpg" width="420"></a></p><p>(Tuh kan! Ada si burung Phoenix.)</p><p>&nbsp;</p><p>Apa itu "OZAVES"? Mmm... Sebenarnya, aku juga tidak tau apa itu. Wkwkwk... Katanya sih itu merupakan kependekan dari suatu kalimat yang menggunakan bahasa latin. <span style="font-style:italic;">But, Khintan. Your old school hasn't Latin language course.</span> Iyalah!! Aku juga dari awal masuk sampe lulus pun juga nggak ada mapel bahasa Latin.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pertama kali menjadi siswa di SMAN 78, awalnya aku tuh nggak tau sama sekali mengenai SKS, KRS, atau lainnya yang menyangkut tentang itu. Beneran dah!! Setelah mengikuti rangkaian MOS (Masa Orientasi Siswa), hadirlah tugas menumpuk, dikit-dikit ulangan harian, bahkan waktu pulang sekolah pun jadi lebih sore. Huft....</p><p>&nbsp;</p><p>Namanya juga SMA yang pake sistem perkuliahan. Yah, kalo udah jadi mahasiswa mah tantangannya pasti lebih berat lagi. Mmm... Berbicara mengenai IP (Indeks Prestasi), ya nggak bagus-bagus amat sih dan aku pun pernah berburuk sangka sama IP semester awalku. Aku pikir sih dapat 2.9 sekian eh ternyata malah 3.0 sekian gitu.&nbsp;<img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"><img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"><img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p>Pernah sih ada penurunan IP di semester 2, namun semakin naik kelas semakin menaik IP-nya. Akhirnya, IPK-ku selama 6 semester&nbsp;tuh&nbsp;jadi 3.00 ke atas. Mungkin kalo buat para mahasiswa, lumayan gede. Tetapi, bagiku itu masih belum puas. Maka dari itu, aku akan berusaha saat aku kuliah.</p><p>&nbsp;</p><p>Menjadi siswa di SMAN 78 tuh benar-benar butuh perjuangan. Pernah sih merasa ngeluh karna banyaknya tugas, tetapi aku masih inget perkataan mendiang ibuku kalo sekolah tuh jangan mengutamakan gengsi. Yap, betul!!! Tujuan aku bersekolah untuk belajar, bukan cari gengsi. Mau cari gengsi, di luar sekolah juga ada kok. Wkwkwk...</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-style:italic;">Oh, ya!!! Emangnya selama Khintan bersekolah di situ, nggak ikut ekskul lagi?</span> Eits, jangan salah! Aku juga ikut organisasi kok seperti ROHIS dan PMR. Mengikuti dua organisasi tuh bener-bener keren dan seru. Ikut ROHIS bisa menambah ilmu mengenai agama Islam (plus dapet temen yang alim-alim :v) dan PMR bisa menambah ilmu mengenai PP (Pertolongan Pertama).</p><p>&nbsp;</p><p>Eh, iya!! Karna di sekolah lamaku menggunakan sistem perkuliahan, pasti kalian (mahasiswa) pernah disuruh mengisi KRS (Kartu Rencana Studi). Memang sih ngisi KRS tuh perlu, tapi ya karna di sekolah lamaku pake paket ya rasanya antara butuh atau tidak sih.</p><p>&nbsp;</p><p>Dulu, aku pernah kok jadi anak yang suka nongkrong di UKS bareng teman-teman PMR yang lain. Selain tempatnya adem (ya ada AC), ada tempat tidur, PC (dulu aku pernah loh main CS 1.6 di situ serta ada obat-obatan pastinya. Aku pernah ngerjain tugas di UKS habis pulang sekolah karna kalo ngerjain di masjid malah agak jauh kalo dari gedung sekolah.</p><p>&nbsp;</p><p>Mengenai ujian-ujian yang aku hadapi selama menjadi siswa kelas 12, beuh ribet dan banyak!!! Ada ujian praktek, USBN, UN, SBMPTN, UM dan lain-lain dah. Alhamdulillah, selama mengikuti ujian praktek, aku tak pernah remed loh. Kok bisa? Ya dikasihnya gampang semua. Wkwkwk... Padahal materi untuk ujian praktek banyak banget loh. Pernah kok harus rela begadang demi mengingat semua materi ujian praktek dan akhirnya tidur juga.&nbsp;<img alt="zzz" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/071.png" width="24"><img alt="zzz" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/071.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p>Ada lagi loh pengalaman yang membuatku nggak bisa melihat materi ujian lagi. Yakni, ketika aku sudah selesai mengikuti uprak Prakarya, selanjutnya adalah uprak Biologi dan ya aku harus cepat-cepat pake jas lab sebelum masuk ke lab Biologi. Aku mengambil nomor undian dan taraaaaa...... Aku mendapatkan materi sel.&nbsp;<img alt="爆　　笑" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/001.png" width="24">&nbsp;Ya tinggal dibedah aja bawang merah dan ambil epitel mulutku dan aku mendapatkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan.</p><p>&nbsp;</p><p>Btw, selama aku uprak Biologi, aku juga harus bisa menggambar. Duh, padahal kan gambarku jelek abizzzzz...... Akhirnya beberapa bulan setelah menempuh ujian, kami semua dinyatakan lulus. Yeay!!!</p><p>&nbsp;</p><p>Hehehe... Udah ah itu aja yang bisa aku sampaikan. Maaf ya kalo kurang banyak. Maklum, udah lupa. Nanti di blog berikutnya, bakal kasih tau deh pengalaman yang lebih dari sekedar menjadi anak sekolahan. <span style="font-style:italic;">Stay tune!!&nbsp;&nbsp;</span><img alt="ウインク" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/004.png" width="24"><img alt="ウインク" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/004.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12336604386.html</link>
<pubDate>Fri, 15 Dec 2017 18:41:26 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>HOW TO BE A POLYGLOT</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Hi, guys!!! Long time no see you....</p><p>Udah lama banget nih aku nggak ngeblog semenjak kelas 12 SMA. Eh, btw kalian udah tau belom apa sih polyglot?&nbsp;Kalo kalian udah pada tau, bagus. Kalo ada yang belom tau, tenang. Biar aku yang akan memberitahu kalian mengenai apa sih polyglot dan bagaimana caranya menjadi polyglot.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebelumnya, mari kita lihat pengertian dari polyglot. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, "<b>Polyglotism</b>&nbsp;or&nbsp;<b>polyglottism</b>&nbsp;is the ability to master, or the state of having mastered, multiple&nbsp;<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Language" title="Language">l</a>anguages. The word is a synonym of&nbsp;<i>multilingualism</i>, but, in recent usage,&nbsp;<i>polyglot</i>&nbsp;is sometimes used to refer to a person who learns multiple languages as an&nbsp;avocation.". Bisa kita bilang, polyglot tuh&nbsp;orang-orang yang telah mahir&nbsp;berbicara&nbsp;banyak bahasa, biasanya sih ada yang 4, 5, atau bahkan&nbsp;ratusan bahasa yang mereka kuasai.</p><p>&nbsp;</p><p>Wkwkwk.... Hebat, bukan? Bisa 4 bahasa aja udah bersyukur. Apalagi ratusan. Btw, kalo kalian hanya bisa bilingual (dua bahasa) atau trilingual (tiga bahasa), itu tidak masalah. Tapi, alangkah lebih baiknya jika kalian belajar berbagai macam bahasa di seluruh dunia.</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-style:italic;">Eh, kalo aku cuman bisa menguasai banyak bahasa daerah, termasuk polyglot nggak sih?</span>&nbsp;Sudah pasti dong. Namanya juga polyglot. Nggak harus menguasai banyak bahasa asing, kalo kalian lebih suka menguasai banyak bahasa daerah, itu tidak masalah.</p><p>&nbsp;</p><p>Nah, sekarang kita mulai masuk ke "How To Be A Polyglot". Aku sebagai polyglot yang secara resmi menguasai 4 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, bahasa Jawa (dialek Ngapak atau Banyumasan), bahasa Inggris, dan bahasa Jepang. Selebihnya, aku belajar lebih dari 5 bahasa asing lainnya yang masih dianggap dasar banget. :P</p><p>&nbsp;</p><p>Gimana sih caranya agar kalian menjadi polyglot seperti aku? Ada 7 cara yang perlu kalian ketahui.</p><p>&nbsp;</p><p>1. Kuatkan Rasa Penasaran</p><p>Jika kalian mau belajar banyak bahasa entah itu asing atau daerah namun rasa penasaran kalian tidak tumbuh, maka secara otomatis kalian akan merasa jenuh dan malas untuk belajar bahasa baru.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Tentukan tujuan kalian belajar banyak bahasa</p><p>Ingat, seperti kendaraan (mobil, motor, bus, pesawat, dsb.). Jika kita berkendara namun tidak tahu kemana tujuan kita, maka sama saja kita akan kehilangan arah atau tersesat. Jadi, pastikan kalian tahu apa sih tujuan kalian belajar banyak bahasa. Apakah sekedar bersenang-senang atau mau melanjutkan pendidikan di luar negeri (<span style="font-style:italic;">study abroad</span>) atau belajar tentang kebudayaan dari negara/daerah lain.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Nonton film, dengerin lagu, baca buku, nonton video</p><p>Tahu nggak sih, yang namanya belajar bahasa baru (khususnya bagi kaum otodidak) tuh banyak cara agar kemampuan bahasanya dapat diasah. Nonton film bahasa Inggris tanpa subtitle agar kemampuan <span style="font-style:italic;">listening</span>-nya terasah atau bagi para pecinta drakor, monggo dicoba nonton drakornya tanpa pake subtitle ya agar kemampuan <span style="font-style:italic;">listening</span> untuk bahasa Korea lebih diasah. Dengerin lagu bahasa asing atau daerah juga bisa kok untuk meningkatkan <span style="font-style:italic;">listening-</span>nya. Baca buku impor akan menambah <span style="font-style:italic;">vocabulary</span> kalian khususnya kalo bukunya tuh berbahasa Inggris. Nah, kalo nonton video (bukan nonton b***p ya!), aku sarankan bagi yang mau meningkatkan bahasa Inggrisnya boleh kok nonton videonya "BBC Learning English" atau "Anglo Link".</p><p>&nbsp;</p><p>4. Pelajari bahasanya, pelajari budayanya</p><p>Secara sengaja ataupun tidak sengaja, bila kalian belajar bahasa pasti kalian akan pelajari budayanya juga. Contoh, ketika kalian belajar bahasa Jawa, kalian pasti penasaran dong gimana sih kebudayaan Jawa itu. Ketika aku belajar bahasa Singlish (Singapore English), aku juga penasaran kok gimana sih budayanya orang-orang Singapura atau gaya hidup mereka. Wkwkwk...</p><p>&nbsp;</p><p>5. <span style="font-style:italic;">Ngomong</span> <span style="font-style:italic;">dhewek </span>/ Talk to Yourself</p><p>Hahahaha..... Ini nih!!! Caranya kalo orang lain lihat tuh udah kayak orang gila. Jangan salah loh!!! Kalau kalian mau meningkatkan kemampuan bahasa di bagian speaking, ya caranya adalah dengan <span style="font-style:italic;">ngomong dhewek</span>. If you want to make your language is very fluently, you have to talk to yourself. I'm sure, it works. Kata Almh. Gayatri Wailissa, belajarlah ngomong bahasa asing tuh pake cermin. Jadi, biar kita makin pede dan pastinya tau dong gerakan mulut kita ketika kita berbicara selain bahasa ibu / <span style="font-style:italic;">mother language</span>.</p><p>&nbsp;</p><p>6. Memiliki partner dalam belajar bahasa asing atau daerah</p><p>Jujur, kalo aku belajar bahasa asing atau daerah tanpa partner tuh berasa jomblo ngenes (eeeaaa....). Tapi ini serius loh!! Jika kalian memiliki orangtua, teman,&nbsp;guru bahkan rekan kerja yang bisa menguasai selain bahasa ibu (bahasa Indonesia), kalian akan mendapatkan poin plus loh! Dengan begini kan jadi pede kalo mau ngomong selain bahasa Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>7. Ngomong dengan bahasa selain bahasa Indonesia</p><p>Tantangan terlama dalam hidupku ialah berbicara dengan bahasa yang bukan bahasa Indonesia. Aku bisa saja ngomongnya pakai bahasa Inggris, Jawa, Jepang, atau Filipina. Tergantung keadaan dan kemauan. Sungguh, ini adalah hal yang lumrah bagi seorang polyglot, kok! Nggak usah malu kalo tiba-tiba kalian ngomong bukan dengan bahasa Indonesia. Santai aja! Nanti juga ada orang yang paham kok. Walaupun cuman 1 orang sih. Wkwkwk....</p><p>&nbsp;</p><p>8. Repeat again and again......</p><p>Kata mendiang ibu kandungku, kalo belajar tuh harus diulang. Benar saja, kalo belajar bahasa nggak diulang secara terus-menerus, bisa-bisa bahasa yang kalian pelajari akan hilang dengan sendirinya. Aku pernah kok waktu aku nggak belajar bahasa Arab, eh karena nggak diulang kembali, akhirnya hilang atau lupa dengan sendirinya. <img alt="えーん" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/018.png" width="24"><img alt="えーん" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/018.png" width="24"><img alt="えーん" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/018.png" width="24"></p><p>&nbsp;</p><p>Baik, itu saja sih yang aku sampaikan kepada kalian semua. Aku harap kalian dapat belajar berbagai macam bahasa asing atau daerah dengan baik. Nggak usah dipaksakan kok kalo kalian merasa gagal atau sulit. Keep smile!!!&nbsp;<img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"><img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"><img alt="ニヤニヤ" draggable="false" height="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/037.png" width="24"></p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12323914188.html</link>
<pubDate>Sun, 29 Oct 2017 20:50:32 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>MENJADI SUPERHERO DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Hai, ketemu lagi dengan blogger yang suka sombong, jelek, dan suka irit. Wkwkwk... Fix, ini cuman candaan aja kok. Kali ini aku akan memberi sedikit motivasi untuk menjadi <span style="font-style:italic;">superhero </span>di<span style="font-style:italic;">&nbsp;</span>dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: center;"><img alt="Hasil gambar untuk superhero" contenteditable="inherit" height="188" width="269" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTjSvaueyvvEbx2edXRp4Qwz_tpltFT8AMRuk_FADNK8-NlNSHY"></p><p>Sebelumnya, kalian pasti akan berpikir bahwa "oh jadi superhero tuh <span style="font-style:italic;">kudu pake&nbsp;</span>celana&nbsp;<span style="font-style:italic;">dalem</span> di luar, ya?" atau "harus jadi kalong atau kelelawar di malam hari biar bisa <span style="font-style:italic;">nyelametin</span> orang, gitu?"</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-style:italic;">Nggak</span>, bukan begitu. Menjadi superhero tuh kalian <span style="font-style:italic;">nggak</span> harus menjadi pahlawan yang ada di film-film atau di <span style="font-style:italic;">telly</span> (televisi)&nbsp;<img draggable="false" alt="爆　　笑" height="24" width="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/001.png">. Menjadi superhero tuh kalian bisa membuat diri kalian sendiri bangga plus orangtua kalian bahkan teman pun juga.</p><p>&nbsp;</p><p>Menurutku, menjadi superhero tuh kalian bisa membuat diri kalian untuk meraih prestasi. Contoh, jika kalian lebih menguasai di bidang matematika, kenapa kalian nggak ikut OSN Matematika aja? Atau ikut perlombaan yang bersifat matematika? Siapa tau kalian mendapatkan piagam atau sertifikat sebagai salah satu prestasi kalian.</p><p>&nbsp;</p><p>Bagaimana jika kalian lebih menguasai di bidang olahraga atau seni? Well, meski itu bukan termasuk bagian dari bidang akademik, seenggaknya kalian memiliki prestasi di bidang tersebut. Misalkan saja, kalian memiliki potensi untuk menjadi atlet bulu tangkis atau atlet tinju atau musisi. Kembangkanlah potensi yang kalian miliki agar kalian bisa memiliki prestasi.</p><p>&nbsp;</p><p>Tapi, menjadi superhero nggak harus memiliki banyak prestasi di bidang akademik atau non-akademik. Bisa saja, dengan membantu orang lain yang terkena bencana alam tanpa mengharapkan upah atau bayaran, kalian sudah dianggap sebagai superhero.</p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-style:italic;">Aku menganggap orangtuaku tuh seperti&nbsp;superhero, loh!&nbsp;</span>Wiiiihhhh.... Keren tuh!! Jadikan itu sebagai motivasi kalian agar kalian dapat menjadi superhero. Orangtua adalah pembimbing, panutan, dan penyemangat dalam hidup kalian.&nbsp;<img draggable="false" alt="ニコ" height="24" width="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/051.png"></p><p>&nbsp;</p><p>Menjadi superhero nggak harus melalui hal-hal yang besar. Lakukanlah hal-hal yang kecil seperti membantu orang lain, bekerja keras dengan sebaik mungkin, selalu berpikir positif, juga doa yang selalu menyertai kalian.</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><img alt="Hasil gambar untuk superhero" contenteditable="inherit" height="205" width="269" src="https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/41/df/e6/41dfe6a54922d8508cc413cef9b7a5ee.png"></p><p style="text-align: left;">Sekian dari blogger yang telah bangkit dari tempat tidurnya yang memiliki gravitasi begitu kuat yakni 9999,99 m/s^2.&nbsp;<img draggable="false" alt="えーん" height="24" width="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/062.png">&nbsp;どうもありがとう。<img draggable="false" alt="ニヒヒ" height="24" width="24" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/044.png"></p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12217830530.html</link>
<pubDate>Wed, 09 Nov 2016 12:50:40 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>Surat untuk Ayah (Ini Curhat)</title>
<description>
<![CDATA[ <p><span style="font-size:1em;">Hei ayah...</span></p><p><span style="font-size:1em;">Jika kau bisa membuka dan membaca artikelku ini, maka kau akan paham bagaimana diriku.</span></p><p><span style="font-size:1em;">Aku hanyalah seorang remaja yang butuh perhatian dan kasih sayang darimu.</span></p><p><span style="font-size:1em;">Tapi, aku tak mengerti kenapa kau sepertinya merasa diriku ini beban bagimu?&nbsp;<img draggable="false" alt="キョロキョロ" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/032.png"></span></p><p><span style="font-size:1em;">Aku tahu bahwa aku adalah anak yang payah.</span></p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-size:1em;">Ayah...</span></p><p><span style="font-size:1em;">Jika kau bisa membaca tulisan ini tanpa menggunakan kacamata, maka kau adalah orang yang hebat.&nbsp;<img draggable="false" alt="爆　　笑" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/001.png">&nbsp;<img draggable="false" alt="笑い泣き" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/015.png"></span></p><p><span style="font-size:1em;">Aku senang jika kau dapat menganggapku sebagai anak perempuan kandungmu.</span></p><p><span style="font-size:1em;">Aku meminta maaf karena selama ini aku terkadang menggunakan kata-kata yang kasar (itu juga karena kau adalah orang yang PA (pemikiran pendek)).</span></p><p><span style="font-size:1em;">Aku meminta maaf karena aku telah "memalak", namun ini juga demi kebaikanku dan ibu.</span></p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-size:1em;">Ayah...</span></p><p><span style="font-size:1em;">Tahukah kau bagaimana caranya bisa masuk neraka padahal kau terus beribadah setiap hari?&nbsp;<img draggable="false" alt="お父さん" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/319.png">&nbsp;</span></p><p><span style="font-size:1em;">Caranya cukup mudah. Kau tinggalkan keluarga intimu demi mementingkan orang lain.</span></p><p><span style="font-size:1em;">Kau anggap dirimu orang kaya. Padahal, keluarga kecilmu masih belum merasakan keadilan olehmu.&nbsp;<img draggable="false" alt="えーん" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/018.png"></span></p><p>&nbsp;</p><p><span style="font-size:1em;">Baca....</span></p><p><span style="font-size:1em;">Dengan membaca, kau bisa memikirkan bagaimana aku punya perasaan.</span></p><p><span style="font-size:1em;">Perasaan sakit hati yang dapat membuatku tidak fokus untuk memahami pelajaran di sekolah.&nbsp;</span><img draggable="false" alt="ぼけー" height="24" width="24" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char3/060.png"></p><p>Semoga dengan ini kau dapat mengerti bahwa aku hanya ingin kasih sayang secara tulus. Bukan setengah-setengah.</p><p>&nbsp;</p><p>Salam hangat dari anakmu yang akan menjadi seorang pengubah dunia</p><p>Khintan Desiranti binti Syawal&nbsp;<img draggable="false" alt="ハートブレイク" height="16" width="16" data-pin-nopin="true" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/032.gif"></p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12158115490.html</link>
<pubDate>Sun, 08 May 2016 06:17:00 +0900</pubDate>
</item>
<item>
<title>Atmosfer Mendung di Hari Rabu</title>
<description>
<![CDATA[ <font size="3"><font color="#0000FF">Mmm... Kenapa ya? Setiap hari Rabu hampir selalu mendapatkan hal-hal yang jelek. Misalnya saja, saat aku jadi anak kelas 10 SMA. Di hari Rabu dapet bahasa inggris dengan guru yang katakan saja "killer" plus ruang 308 yang konon angker. Hiiii....</font><img src="https://stat.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/254.gif" alt="叫び"><br><br>Mmm... apa lagi ya? Dapet pelajaran yang bikin bosen dan ribet banyakan di hari Rabu. Padahal nih, aku tuh lahirnya hari Rabu. <img src="https://stat.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/147.gif" alt="えっ"><br><br><font color="#9370DB">Alhamdulillah, saat ini udah mulai <em>insap</em> gegara pelajaran yang dikasih tuh nggak terlalu ekstrim (meski tetep aja ada pengajar yang rempong ngasih tugas). <em>But, it's okay</em>!! Yang penting adalah tetap semangat. Meski ada aja sih halangan yang terkadang membuat tugas menjadi lambat dikerjakan.</font><img src="https://stat.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/031.gif" alt="ドキドキ"> <img src="https://stat.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/038.gif" alt="音譜"><br><br><font color="#FA8072">Di hari Rabu juga ada pramuka. Tapi, biasanya diadakan 2 minggu sekali. Itu pun dilakukan secara bergantian. Misal, minggu pertama untuk kelas 10. Selanjutnya, minggu kedua untuk kelas 11. Minggu ketiga untuk kelas 10 dan seterusnya...</font> <img src="https://stat.ameba.jp/blog/ucs/img/char/char2/043.gif" alt="パンチ！"><br><font color="#00CC66"><br>Mmm... aku masih bersyukur karna aku masih hidup dari hari pertama (Rabu) sampai sekarang (Rabu).</font><br><br><font color="#FA8072">Bikin artikel untuk blog ini aja di hari Rabu (bukan berarti setiap hari Rabu karna ini <em>special edition</em>). Aku paham bahwa setiap hari Rabu tuh pasti ada waktu luang. Jujur aja nih. Di semester genap kelas 11, kalo ada pramuka pasti waktunya terpotong. Toh ujung-ujungnya bisa belajar pendidikan kepramukaan (walau secara teknis pramukanya masih kurang jika dibandingkan dengan ekskul pramuka yang sebenarnya).<br></font><br>Pramuka yang ada di SMA sangat jauh berbeda dari pramuka di SD. Entah kenapa pembina pramuka jauh lebih keren dan menyenangkan saat SD daripada SMA. Kayaknya sih, pembina pramuka di SMA tuh kurang memiliki pengalamman dalam hal kepramukaan. Mending aku nggak usah ikut pramuka sekalian.<br><br><font color="#00BFFF">Sekarang, aku sudah tidak lulus dalam ujian JLPT N4 Desember 2015 dengan skor 55/180. Sangat kecil dari kriterian kelulusan yakni 90/180. Well, saat aku ikut ujian N4 aku merasakan banyak kesulitan yang aku hadapi. Benar adanya, bahasa jepang tuh sesungguhnya sangat sulit. Tapi, aku tak menyerah. Aku akan terus berusaha. :D<br><br>Udah ya segitu aja!! Insya Allah kalo ada cerita-cerita yang oke, aku akan ngetik lagi. Arigatou, minna-san!!</font></font> <img alt="読者登録してね" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/decoPeta/pc/decoPeta_31.gif"> <a href="http://peta.ameba.jp/p/addPeta.do?targetAmebaId=khintandesiranti&amp;service=blog"><img alt="ペタしてね" src="https://stat100.ameba.jp/blog/ucs/img/decoPeta/pc/decoPeta_21.gif"></a>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/khintandesiranti/entry-12122218358.html</link>
<pubDate>Wed, 27 Jan 2016 21:08:27 +0900</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
