<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>maariya11のブログ</title>
<link>https://ameblo.jp/maariya11/</link>
<atom:link href="https://rssblog.ameba.jp/maariya11/rss20.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
<atom:link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" />
<description>ブログの説明を入力します。</description>
<language>ja</language>
<item>
<title>Makan Siang Disekolah Cara Hentikan Masalah Gizi</title>
<description>
<![CDATA[ <p>Jepang mengantongi prestasi mengatasi sengketa gizi, baik obesitas ataupun kekurangan gizi yang dialami banyak negara di bumi. Jepang memiliki tingkat poin gizi yang tinggi serta angka obesitas yang sangat rendah. Ternyata, solusinya merupakan makan siang di sekolah.</p><p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="https://stat.ameba.jp/user_images/20191027/01/maariya11/33/05/j/o0861052514624610019.jpg"><img alt="" height="256" src="https://stat.ameba.jp/user_images/20191027/01/maariya11/33/05/j/o0861052514624610019.jpg" width="420"></a></p><p>&nbsp;</p><p>Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (15/10/2019), sebuah laporan oleh UNICEF yang dirilis Selasa (15 Oktober) menampakkan Jepang menduduki unit tertinggi untuk indikator ketenteraman anak-anak, dgn tingkat petaka bayi yang rendah serta beberapa anak yang kekurangan berat badan. Tetapi Jepang juga mengelola masalah obesitas anak terendah di renggangan 41 negara maju pada Organisasi untuk Kerjasama Per-ekonomian dan Pembangunan dan Uni Eropa.<br><br>Para pakar mengatakan ada berbagai faktor dalam tempat kerja, termasuk warga yang sadar kesehatan dan pemeriksaan rutin yang diamanatkan untuk anak-anak,tetapi program makan siang sekolah berdasar pada nasional menjadi salah satu kuncinya. Makan siang dalam sekolah dengan menu yang dibuat oleh ahli gizidisediakan untuk semua maktab dasar dan sebagian raksasa sekolah menengah pertama pada seluruh Jepang, &nbsp;membuka Mitsuhiko Hara, seorang dokter anak dan profesor pada Tokyo Kasei Gakuin University, kepada AFP.</p><p><br>Makan tengah hari wajib, di mana gak ada makan siang selongsong yang diperbolehkan. Itu semata mendapat subsidi besar atas pemerintah. Setiap menu makanan dirancang untuk memiliki kurang lebih 600-700 kalori seimbang renggangan karbohidrat, daging atau ikan dan sayuran. Satu ilustrasi makanan yang disajikan untuk anak-anak di Gunma Jepang adalah: nasi dengan ikan bakar, bayam dan persembahan tauge, disajikan dengan sup miso dengan daging, bersama susu dan plum polos. Makan siang di maktab dirancang untuk memberikan nutrisi yang cenderung tidak diperoleh ketika&nbsp;<a href="https://abimana-seo-blog-86.webself.net/blog/2019/10/05/unicef-peduli-papua-dana-6-juta-dolar-amerika-untuk-pendidikan">https://abimana-seo-blog-86.webself.net/blog/2019/10/05/unicef-peduli-papua-dana-6-juta-dolar-amerika-untuk-pendidikan</a> makan di graha, kata pejabat kementerian pendidikan Mayumi Ueda kepada AFP. Saya pikir itu berkontribusi pada keseimbangan gizi yang diperlukan untuk anak-anak.<br><br>Tidak seperti konsep kantin di negara-negara Barat, makan bersih di sekolah di Jepang disajikan di dalam celah kelas. Para murid diminta untuk memberikan makanan terhadap satu dengan yang lainnya. Mereka tidak dapat memilih2x menu makanan yang ingin mereka makanan. Program tersebut tidak cuman untuk menyampaikan mereka makanan tapi juga sekaligus edukasi. Akan ada juga penjelasan mengenai keadaan nutrisi yang terkandung pada makanan mereka. Ini ialah cara yang bagus di memberikan edukasi pada anak-anak, ujar Hara.<br><br>Di maktab dasar, siswa menggunakan magnet dengan gambar makanan serta menempatkannya ke dalam keturunan yang berbeda di kediaman tulis, mereka belajar bagi mengetahui kandungan makanan mereka. Makan siang di sekolah diposisikan sebagai bagian atas pendidikan di bawah pedoman, kata Ueda.<br><br>Ini tidak hanya tentang makan persembahan, tetapi anak-anak belajar untuk menyajikan, dan membersihkan swasembada. Pemerintah Jepang mempelajari nutrisi dan kebiasaan makan pada Jepang setiap tahun, serta menggunakan hasilnya untuk membangun apa yang masuk pada makanan sekolah, tambahnya. Kalender makan siang di maktab di Jepang dimulai pada tahun 1889, ketika bola nasi dan ikan membakar disediakan untuk anak-anak yang hidup dalam kemiskinan pada prefektur Yamagata utara. Tetapi program ini diperluas secara nasional setelah Perang Dunia II berakhir untuk menangani kelaparan di tengah-tengah seksi gizi yang serius.</p>
]]>
</description>
<link>https://ameblo.jp/maariya11/entry-12539670549.html</link>
<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 01:20:51 +0900</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
